Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2025

Kegunaan Unsur Kimia Kromium: Sifat, Manfaat, dan Dampaknya

Kromium (Cr) adalah unsur kimia dengan nomor atom 24 dalam tabel periodik. Sebagai salah satu unsur logam transisi, kromium dikenal karena sifatnya yang keras, tahan korosi, dan berwarna menarik. Nama "kromium" berasal dari kata Yunani *chroma*, yang berarti "warna," karena senyawa kromium menghasilkan berbagai warna mencolok. Unsur ini ditemukan pertama kali pada tahun 1797 oleh Louis-Nicolas Vauquelin. Selain sifat fisik dan kimianya yang unik, kromium memiliki beragam aplikasi di berbagai industri, mulai dari pembuatan logam hingga kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan membahas kegunaan kromium secara lengkap dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan. 1. Kegunaan Kromium dalam Industri Logam a. Pelapisan Krom (Chrome Plating) Kromium digunakan secara luas untuk pelapisan logam melalui proses elektroplating. Lapisan kromium memberikan sifat anti-karat, tahan abrasi, dan tampilan mengkilap.  Contoh penggunaan:   Komponen otomotif, seperti bumper, velg, da...

Flash Smelting Furnace: Teknologi Inovatif dalam Industri Metalurgi

Flash Smelting Furnace (FSF) adalah salah satu teknologi paling canggih dalam peleburan logam, khususnya untuk bijih tembaga dan nikel. Teknologi ini memanfaatkan reaksi oksidasi yang cepat untuk menghasilkan panas, tanpa memerlukan bahan bakar tambahan seperti kokas. Diperkenalkan oleh Outokumpu pada 1940-an, FSF telah mengubah cara industri memproses logam dengan meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, dan menekan biaya operasional. Artikel ini akan mengulas secara lengkap prinsip kerja, komponen utama, manfaat, serta tantangan dari teknologi Flash Smelting Furnace. 1. Apa itu Flash Smelting Furnace? Flash Smelting Furnace adalah teknologi peleburan logam yang menggunakan panas yang dihasilkan dari reaksi oksidasi bijih logam untuk mencairkan logam. Proses ini berlangsung dalam ruang furnace yang dirancang untuk memastikan efisiensi tinggi dan emisi gas buang yang minimal. Teknologi ini sering digunakan dalam pengolahan bijih tembaga dan nikel. Mengapa Disebut “Flash”? ...

Sinar-X: Pengertian, Aplikasi, dan Risiko dalam Kehidupan Modern

  Sinar-X telah menjadi salah satu inovasi paling revolusioner dalam dunia sains dan teknologi sejak ditemukan lebih dari satu abad lalu. Dari mempermudah diagnosis medis hingga meningkatkan efisiensi industri, sinar-X telah mengubah cara kita memahami dan berinteraksi dengan dunia. Namun, terlepas dari manfaatnya yang luas, sinar-X juga memiliki risiko tertentu yang harus dipahami. Artikel ini akan membahas sinar-X secara mendetail, termasuk sejarahnya, cara kerjanya, aplikasi, serta risiko yang mungkin timbul akibat penggunaannya. 1. Pengertian Sinar-X  Sinar-X adalah jenis radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang sangat pendek (sekitar 0,01 hingga 10 nanometer) dan energi tinggi. Sinar ini memiliki kemampuan menembus material yang tidak dapat ditembus oleh cahaya biasa, seperti jaringan tubuh dan logam tertentu, sehingga sangat berguna dalam berbagai aplikasi. 2. Sejarah Penemuan Sinar-X Wilhelm Conrad Röntgen: Sinar-X pertama kali ditemukan oleh fisikawan Jerman Wi...

Hukum Lambert-Beer: Prinsip, Aplikasi, dan Penyimpangan

Hukum Lambert-Beer merupakan hukum dasar dalam spektroskopi yang menggambarkan hubungan antara penyerapan cahaya oleh suatu zat dengan konsentrasinya dalam larutan. Hukum ini sangat penting dalam berbagai bidang, termasuk kimia analitik, biokimia, farmasi, dan lingkungan. Hukum ini dikembangkan oleh dua ilmuwan, Johann Heinrich Lambert yang menjelaskan bahwa intensitas cahaya berkurang secara eksponensial saat melewati medium penyerap, dan August Beer yang menambahkan bahwa penyerapan cahaya juga berbanding lurus dengan konsentrasi zat dalam medium tersebut. Dasar Teori Hukum Lambert-Beer   Hukum Lambert-Beer dinyatakan dengan persamaan :                                                 C =  A/(∈ x l ) Dimana: A = Absorbansi (tanpa satuan)    = Koefisien absorptivitas molar (L mol⁻¹ cm⁻¹) c = Konsentrasi larutan (mol L...